30 November 2009

67 Persen Kabupaten Endemis Kaki Gajah

AMBON-MI: Data Departemen Kesehatan menunjukkan hingga Agustus 2009 sedikitnya 67 persen kabupaten/kota di Indonesia merupakan daerah endemis penyakit kaki gajah atau Filariasis.

"Sebanyak 316 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia sudah menjadi daerah endemis penyakit kaki gajah, sehingga perlu penanganan serius," ujar Kepala Sub Bidang Filariasis, Departemen Kesehatan dr I Nengah Darna di Ambon, Jumat (16/10).

Darna yang berada di Ambon untuk sosialisasi penyebaran penyakit itu kepada seluruh pimpinan Puskesmas serta Kepala Desa dan Lurah se-Kota Ambon, mengatakan jumlah penduduk pada daerah endemis yang berisiko tertular penyakit ini mencapai 125 juta jiwa, di mana 20 persen di antaranya tingkat penularannya masuk kategori kronis.

Kenyataan ini, menurut dia, memposisikan Indonesia pada peringkat kedua di dunia dengan tingkat penyebaran penyakit begitu cepat, setelah Bangladesh di peringkat pertama dan India di peringkat tiga.

"Sebanyak 20 persen dari total populasi penduduk di suatu wilayah endemis berpotensi tertular. Mungkin orang akan terlihat normal tetapi dalam tubuhnya sudah mengandung cacing filarial, sehingga perlu diobati secara serius," ujar Nengah.

Menurut dia, Depkes kini serius menangani penyebaran penyakit yang dikategorikan "menular menahun" tersebut dengan melakukan pengobatan tidak hanya kepada penderita, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya, mengingat penyebaran penyakit ini sangat cepat dan perantaranya adalah nyamuk.

Pada daerah-daerah endemis, pemerintah tidak lagi melakukan pengobatan kepada warga yang menderita atau yang memiliki gejala terkena penyakit ini saja, tetapi dilakukan secara merata kepada semua warga yang ada di wilayah itu, untuk mencegah penularannya.

"Jika nyamuk telah menggigit penderita kaki gajah dan kemudian berpindah menggigit orang yang sehat, cacing filarial akan langsung menular. Karena itu, pengobatan ilakukan secara menyeluruh kepada penderita maupun orang yang sehat dalam suatu lingkungan," katanya.

Dia mengatakan obat untuk menyembuhkan penyakit kaki gajah, jika diminum orang yang sehat sebagai langkah antisipasi, tidak akan menimbulkan resiko besar, selain hanya mengalami efek samping seperti pusing.

Khusus di Pulau Sumatera dan Kalimantan penularannya tidak hanya melalui nyamuk kepada manusia, tetapi penyakit dengan gejala kaki membengkak dan menjadi besar itu juga sudah menginvfksi hewan yakni kucing.

"Memang kakinya terlihat biasa kendati membesar dan penderitanya bisa berjalan, namun sebenarnya penyakit yang diderita ini sudak masuk stadium kronis," ujarnya.

Dia menambahkan Maluku khususnya Ambon merupakan salah satu daerah yang tergolong rawan penyebaran penyakit kaki gajah.

Depkes akan melakukan pengobatan secara nasional di semua daerah endemis penyakit kaki gajah bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan ke-45 pada 12 November mendatang, dan pengobatannya akan dilakukan secara rutin selama lima tahun berturut-turut. (Ant/OL-7)
Sumber : Media Indonesia



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thank you to share and critique my blog


LinkWithin

Related Posts with Thumbnails