10 Mei 2010

CINCAU HIJAU

1. Nama tanaman
Nama ilmiah : Cyclea peltata auct. non (Lamk) Hook.f. & Thomson.
Nama daerah: Camcao, Juju, Kepleng (Jawa); Camcauh, Tahulu (Sunda)
Sinonim : Cyclea peltata auct. non (Lamk) Hook.f. & Thomson.

2. Klasifikasi tanaman
Divisio : Spematophyta
Sub division : Angiospermae
Kelas : Dycotiledonae
Bangsa : Ranales
Familia : Manispermaceae
Genus : Cyclea
Spesies : Cyclea peltata, sinonim Cyclea barbata

3. Deskripsi Tanaman
Tumbuhan cincau (
Cyclea peltata) termasuk tumbuhan berbatang merambat, batang diameter lingkar batang kecil, kulit batangnya kasap dan berduri. Daunnya berbentuk perisai dengan permukaan dengan permukaan dipenuhi bulu. Bunga tumbuhan ini berwara kuning dengan buah batu berwarna merah mempunyai bentuk lonjong, majemuk, bentuk malai, kelopak bentuk corong, bertaju lima, mahkota empat, berbibir empat putih, akar tunggang cokelat.

4. Penyebaran
Cincau hijau tumbuh tersebar dari India (Assam), Burma (Myanmar), Indo-Cina, Thailand, P. Simalur dan pulau-pulau di Selat Sunda dan Jawa.

5. Kandungan Kimia
Isochondodendrine, Tetrandrine, Homoaromoline, (+)-Thalrugosine, (+/-)-Tetrandrine, beta-Cyclanoline, dl-Fangchinoline, Isotetrandrine, Limacine, Tetrandrine N-2′-oxide, alpha-Cyclanoline, Tetrandrine 2′beta-N-oxide, (-)-2-Norlimacine, (-)-Curine, (-)-Cycleapeltine, (-)-N-Methylcoclaurine, (-)-Repandine, (+)-Coclaurine, (+)-Cycleabarbatine, (+)-Cycleanorine, Coclaurine, Cycleadrine (Harborne, 1999 ; Guinaudeau et. al, 1993)

6. Khasiat
Kandungan alkaloid yang diekstraksi dari akar tanaman cincau berkhasiat sebagai antimalaria dan mempunyai aktizitas sitotoksik (Lin et al,. 1993). Tetandrine yang merupakan alkaloid turunan dari bisbenzylisoquinolin memiliki berbagai macam khasiat antara lain :
1. sebagai antiinflamasi imunosupresif serta secara luas digunakan untuk pengobatan silicosis dan berperan dalam regulasi calcium dalam berbagai type sel (Linhua and Hoult, 1997).
2. sebagai antihipertensi (Hack et al., 1997)
3. menghambat agregasi platelet melalui penghambatan pembentukan tromboksan A2 (TXA2) (Hack et al., 1998)
4. sebagai antiplasmodial dan anti malaria (Angerhofer, 1999)

7. Penelitian Mekanisme Antikanker
Tetrandrine memiliki aktivitas farmakologis sebagai antikanker melalui mekanisme apoptosis. Induksi apoptosis oleh tetandrine ini melalui beberapa jalur antara lain :
1. Tetrandrine mengiduksi apoptosis pada kanker kolon yang dikulturkan pada sel tikus Ct-16 dan tumor subkutan melalui aktivasi jalur sinyal p38 MAPK (Jian et al).
2. Tetrandrine pada konsentrasi tinggi mampu menginduksi cell cycle arrest dan apoptosis melalui tekanan oksidatif. Perlakuan dengan 10 μM tetrandrine tidak hanya menginduksi p53, p21, dan Bax tetapi juga translokasi nuclear dari p53 dan hipophosphorilasi dari pRb. Regulasi tetarandrin pada sel redoks ini kemungkinan berperan dalam aktivitas sitotoksik dan sitoprotektif (Quanri et al., 2002).
3. Tetrandrine menginduksi apoptosis dengan mediasi caspase dan PKC-δ sel U937. pada sel U937 dengan perlakuan tetrandrine 10 μM selama 24 jam, menagalami perubahan mrfology sel, fagmentasi kromatin, pelepasan citokrom c, dan aktivasi caspase. Tetrandrine juga mengiduksi tekanan oksidatif yang mengaktivasi JNK bukan ERK dan p38 MAPK. Dalam mengiduksi apoptosis sel U937 juga dibutuhkan PKC-δ, pra perlakuan dengan PKC-δ inhibitor dapat menghambat tetrandrine-induced caspase-3 activation (Byeong et al., 2004).
4. Penelitian efek tetrandrine pada sel T peripheral darah manusia menunjukkan bahwa tetandrine mampu menghambat phorbol 12-myristate 13-acetate (PMA) )+ionomycin- yang menginduksi proliferasi sel T, sekresi interleukin-2, dan ekspresi dari aktivasi antigen sel T, CD71. Penelitian lebih lanjut secra molecular menunjukkan tetandrin mampu menghambat ekspresi dari protein kinase C- dependent interleukin-2 receptor alpha chain dan CD69. Selain itu terapi dengan tetrandrine dan analognya dapat menginduksi apoptosis yang melawan penyakit autoimun (Ling et al., 1999).
5. Tetandrine mampu menginduksi cell cycle arrest dan apoptosis pada kanker manusia. Hal ini disebabkan peran dari jalur PI3K/AKT/GSK3beta. Pada sel HT-29 tetrandrine menginduksi deposphorilasi dari AKT, aktivasi dan nuclear translokasi dari GSK3beta juga upregulasi dari upregulation of p27(kip1). Aktivasi dari GSK3beta melalui penghambatan AKT yang diinduksi oleh tetrandrin mampu meningkatkan phosphorilasi dan proteolisis dari cyclin D1, aktivasi caspase 3, pembelahan subsequent PARP (Chen et al., 2008)
6. Tetrandrim merupakan abragator yang poten pada control checkpoint G2 dan meningkatkan sensitivasi terhadap radiasi (Sun et al., 2007)

Referensi
Angerhofer CK, Guinaudeau H, Wongpanich V, Pezzuto JM, Cordell GA, 1999, Antiplasmodial and cytotoxic activity of natural bisbenzylisoquinoline alkaloids. J Nat Prod. Jan;62(1):59-66.
Byeong-Churl Jang, Ki-Jo Lim, Ji-Hye Paik, Jae-We Cho, Won-Ki Baek, Min-Ho Suh, Jae-Bok Park Taek Kyu Kwon, Jong-Wook Park, Sang-Pyo Kim, Dong-Hoon Shin, Dae-kyu Song, Jae-Hoon Bae, Kyo-Cheol Mun and Seong-Il Su. Tetrandrine-induced apoptosis is mediated by activation of caspases and PKC-δ in U937 cells . Biochemical Pharmacology, Volume 67, Issue 10, 15 May 2004, Pages 1819-1829
Chen XL, Ren KH, He HW, Shao RG. 2008. Involvement of PI3K/AKT/GSK3beta pathway in tetrandrine-induced G1 arrest and apoptosis. Cancer Biol Ther. 2008 Jul;7(7):1079.
Guinaudeau H, Lin LZ, Ruangrungsi N, Cordell GA., 1993, Bisbenzylisoquinoline alkaloids from Cyclea barbata. J Nat Prod. Nov;56(11):1989-92.
Hack-Seang Kim, Yong-He Zhang, Ki-Wan Oh and Hee-Yul Ahn. 1997.Vasodilating and hypotensive effects of fangchinoline and tetrandrine on the rat aorta and the stroke-prone spontaneously hypertensive rat. Journal of Ethnopharmacology, Volume 58, Issue 2, October 1997, Pages 117-123
Hack-Seang Kim, Yong-He Zhang, Lian-Hua Fang, Yeo-Pyo Yun and Hyung-Kyu Lee, 1999. Effects of tetrandrine and fangchinoline on human platelet aggregation and thromboxane B2 formation, Journal of Ethnopharmacology, Volume 66, Issue 2, August 1999, Pages 241-24
Harborne. 1999. Phytochemical Dictionary Second Edition, Taylor and Francis, Chapter 21
Jiann-Ming Wu, Yun Chen Jin-Cherng Chen, Tzu-Yu Lin and Sheng-Hong Tseng, 1999, Tetrandrine induces apoptosis and growth suppression of colon cancer cells in mice, Cancer Letters Article in Press.
Lee JH, Kang GH, Kim KC, Kim KM, Park DI, Choi BT, Kang HS, Lee YT, Choi YH. 2002. Tetrandrine-induced cell cycle arrest and apoptosis in A549 human lung carcinoma cells. Int J Oncol. 2002 Dec;21(6):1239-44.
Lin LZ, Shieh HL, Angerhofer CK, Pezzuto JM, Cordell GA, Xue L, Johnson ME, Ruangrungsi N. 1993. Cytotoxic and antimalarial bisbenzylisoquinoline alkaloids from Cyclea barbata. J Nat Prod. 1993 Jan;56(1):22-9.
Ling-Jun Ho, Deh-Ming Chang,Ta-Chung Lee, Mu-Lan Chang and Jenn-Haung Lai. Plant alkaloid tetrandrine downregulates protein kinase C-dependent signaling pathway in T cells . European Journal of Pharmacology Volume 367, Issues 2-3, 19 February 1999, Pages 389-398
Linhua Pang and J. R. S.Hoult. 1997. Cytotoxicity to macrophages of tetrandrine, an antisilicosis alkaloid, accompanied by an overproduction of prostaglandins. Biochemical Pharmacology Volume 53, Issue 6, 21 March 1997, Pages 773-782
Quanri Jin, Chulhun Kang, Yunjo Soh, Nak Won Sohn, Juhie Lee, Yong Ho Cho, Hyung Hwan Baik and Insug Kang. 2002, Tetrandrine cytotoxicity and its dual effect on oxidative stress-induced apoptosis through modulating cellular redox states in Neuro 2a mouse neuroblastoma cells. Life Sciences Volume 71, Issue 17, 13 September, Pages 2053-2066
Syamsuhidayat, Sri Sugati dan Johny Ria Hutapea.1991.Inventaris Tanaman Obat I. Badan Litbang : DEPKES RI
Sun XC, Cheng HY, Deng YX, Shao RG, Ma J. 2007, Effects of tetrandrine on apoptosis and radiosensitivity of nasopharyngeal carcinoma cell line CNE. Acta Biochim Biophys Sin (Shanghai). Nov;39(11):869-78.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thank you to share and critique my blog


LinkWithin

Related Posts with Thumbnails